loading...

Friday, 5 July 2013



Sumatra Cyber ~ Pada awal abad ke-20 hanya ada beberapa lusin negara berdaulat yang independen di planet ini, hari ini ada lebih 200 negara tercatat. Setelah negara berdiri merdeka, mereka cenderung untuk tetap eksis. Namun meskipun jarang terjadi, di abad ini ternyata ada beberapa negara yang bubar!. Dan ketika itu terjadi, Negara itu benar-benar lenyap dari muka bumi: pemerintahnya, bendera, lagu kebangsaan bahkan semuanya.

Berikut 10 Negara yang bubar dan menghilang di abad ini.

10. Jerman Timur, 1949-1990



Didirikan dari sebagian Negara Jerman yang dikendalikan Uni Soviet setelah Perang Dunia II, Jerman Timur mungkin paling dikenal karena Tembok Berlin dan kecenderungan untuk menembak orang yang berusaha menyeberang pembatas itu. Sekarang, itu adalah hal yang bodoh menembak orang asing yang mencoba untuk memasuki negara Anda secara ilegal, padahal orang itu adalah bangsa sendiri!

Runtuhnya Tembok Berlin mengakhiri eksprimen gagal komunisme di Jerman Timur dan mereka diintegrasikan kembali ke dalam sisa Jerman pada tahun 1990. Karena Jerman Timur begitu jauh di belakang sisa Jerman secara ekonomis, maka reintegrasi dengan Jerman Barat hampir membuat bangkrut Jerman. Hari ini, bagaimanapun juga mereka telah berenang bersama dengan baik melewati masa kritis.

9. Cekoslowakia, 1918-1992



Ditempa dari sisa-sisa Kekaisaran Austro-Hungaria tua, selama keberadaannya singkatnya itu adalah salah satu dari beberapa Negara di Eropa yang mengelola untuk mempertahankan demokrasi sebelum Perang Dunia Kedua. Bulan Maret 1939 negara ini telah diduduki sepenuhnya oleh Jerman dan lenyap dari peta. Kemudian diduduki oleh Soviet, yang mengubahnya menjadi sebuah negara satelit Uni Soviet sampai runtuhnya bangsa itu pada tahun 1991.

Pada saat itu, Cekoslowakia merusaha membangkitkan kembali negara demokrasi mereka. Namun etnis Slavia di timur menuntut negara independen mereka sendiri, hingga akhirnya kita mengenal Republik Ceko di barat, dan negara Slowakia di sebelah timurnya.

8. Yugoslavia, 1918-1992



Seperti Cekoslovakia, Yugoslavia adalah produk sampingan dari pecahnya Kekaisaran Austro-Hungaria pasca Perang Dunia I. Pada dasarnya Negara ini terdiri dari bagian-bagian dari Hungaria dan negara asli Serbia, sayangnya mereka tidak mengikuti contoh Cekoslowakia. Sebaliknya Yugoslavia mempertahankan monarki yang otokratik sampai Nazi menginvasi negara itu pada tahun 1941.

Dengan runtuhnya Nazi pada tahun 1945, Yugoslavia entah bagaimana berhasil menghindari pendudukan Soviet tetapi tidak dengan Komunisme. Di bawah kediktatoran sosialis Marsekal Josip Tito, pemimpin Tentara partisan selama Perang Dunia II Yugoslavia tetap sebuah republik sosialis nonblok otoriter sampai tahun 1992, ketika ketegangan internal dan nasionalisme bersaing mengakibatkan perang saudara. Negara ini kemudian terpecah menjadi enam negara yang lebih kecil (Slovenia, Kroasia, Bosnia, Serbia, Macedonia, dan Montenegro) membuatnya menjadi contoh baik apa yang terjadi ketika asimilasi budaya, etnis, dan agama gagal.

7. Austro-Hungaria, 1867-1918



Sementara semua negara yang menemukan diri mereka di pihak yang kalah setelah Perang Dunia Pertama menderita secara ekonomi, dan kehilangan geografis untuk beberapa derajat, namun tidak lebih besar kehilangan dari Kekaisaran Austro-Hungaria. Pembubaran kekaisaran besar ini menghasilkan negara modern Austria, Hungaria, Cekoslovakia, dan Yugoslavia, dengan bagian-bagian lainnya bergabung ke Italia, Polandia, dan Rumania.

Jadi mengapa Austro-Hungaria pecah ketika tetangganya, Jerman tidak?. Ternyata mereka tidak memiliki identitas umum dan bahasa serta bukan rumah bagi kelompok-kelompok etnis dan keagamaan. Akibatnya, ia menderita versi skala besar dari apa yang diderita Yugoslavia, ketika dirinya sama terkoyak oleh semangat nasionalisme. Perbedaannya adalah bahwa Austro-Hungaria diukir oleh para pemenang dalam Perang Dunia I, sedangkan pembubaran Yugoslavia adalah internal dan spontan.

6. Tibet, 1913-1951



Sementara tanah yang dikenal sebagai Tibet telah ada selama lebih dari seribu tahun dan sejak tahun 1913 dikelola menjadi sebuah negara yang merdeka. Di bawah pengawasan damai dari rantaian Dalai Lama, akhirnya diduduki Komunis Cina pada 1951. Pasukan Mao telah mengakhiri Tibet sebagai bangsa yang berdaulat singkat. Tibet semakin tegang pada tahun 50-an sampai negara tersebut akhirnya memberontak pada tahun 1959, yang mengakibatkan aneksasi Cina dan pembubaran pemerintah Tibet.

Tibet selesai sebagai negara untuk selamanya dan Cina mengubahnya hanya menjadi “wilayah,” bukan negara. Meskipun hari ini tetap menjadi daya tarik wisata besar bagi pemerintah China, Tibet masih memiliki masalah dengan Beijing, dan menuntut kemerdekaan sekali lagi.

5. Vietnam Selatan, 1955-1975



Pada tahun 1954, seseorang merasa memiliki ide yang baik untuk membagi Vietnam menjadi dua, meninggalkan komunis di utara dan pseudo-demokrasi di bagian selatan. Seperti halnya dengan kedua Korea sebelumnya, demikian pula di Vietnam sehingga perang saudara antara dua Vietnam tak terhindarkan. Yang pada akhirnya menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik. Akibatnya sejarah mencatat ini adalah perang yang paling menguras biaya dan tenaga bagi Amerika.

Akibat desakan dunia Internasional dan rakyatnya sendiri, Amerika akhirnya meninggalkan Vietnam Selatan berjuang sendiri pada tahun 1973. Dua tahun kemudian Vietnam Selatan mengakhiri perang saudara, selanjutnya mereka mengubah nama negara menjadi Saigon dengan Ho Chi Minh City sebagai Ibukota.

4. United Arab Republic, 1958-1971




Dalam upaya membawa kesatuan bangsa Arab, Presiden Mesir Gamel Abdel Nasser berpikir bahwa ide yang bagus untuk bersatu dengan tetangga jauhnya Suriah, dalam aliansi yang efektif akan mengepung musuh bebuyutan mereka Israel, dan membuat mereka negara adidaya regional. Menciptakan Republik Uni Arab adalah usaha yang tidak mudah sejak dari awal. Jarak yang terpisah beberapa ratus mil hampir mustahil menciptakan pemerintah pusat bersama, sementara Suriah dan Mesir tidak pernah cukup bisa setuju pada apa yang merupakan prioritas nasional.

Kematian Nasser pada tahun 1970 adalah sebuah anti klimaks. Tanpa Presiden Mesir karismatik itu, aliansi menjadi rapuh bersama-sama, UAR dengan cepat dibubarkan. Mesir dan Suriah menjadi negara sendiri-sendiri kembali.

3. Ottoman Empire, 1299-1922




Salah satu kerajaan besar dalam sejarah, Kekaisaran Ottoman akhirnya terhenti di bulan November 1922, setelah megah berdiri lebih dari enam ratus tahun. Kekaisaran yang membentang sejak dari Maroko ke Teluk Persia, dari Sudan hingga jauh ke utara Hungaria, mengalami kemunduran secara perlahan selama berabad-abad sampai dengan awal abad ke-20.

Di tahun 1922 ketika Turki memenangkan perang kemerdekaan mereka, Kesultanan dihapuskan dan menciptakan negara Turki modern.

2. Sikkim, abad ke-8 Masehi-1975



Negara apakah ini ? Anda pasti belum pernah mendengar negara ini? Serius, rasanya sangat kecil peluangnya Anda mengetahui negara Sikkim, sebidang tanah tersembunyi, terletak aman di Pegunungan Himalaya terhimpit India dan Tibet-Cina. Sikkim adalah negara monarki kecil yang berhasil bertahan hingga abad kedua puluh sebelum akhirnya menyadari bahwa tidak ada alasan yang sangat baik untuk menjadi mandiri. Kemudian mereka memutuskan untuk bergabung dengan India modern pada tahun 1975.

1. Uni Republik Soviet Sosialis (Uni Soviet), 1922-1991



Uni Soviet merupakan Salah satu negara adidaya yang benar-benar menakutkan di planet ini sampai anti klimaks-nya pada tahun 1991. Selama tujuh dekade negara ini kokoh berdiri sebagai benteng Marxis Stalinisme. Uni Sovyet didirikan pada masa kacau setelah pecahnya Imperial Rusia pasca Perang Dunia I.

Uni Soviet berhasil mengalahkan Nazi ketika tidak ada orang yang berpikir bahwa Hitler bisa dihentikan, memperbudak Eropa Timur selama lebih dari empat puluh tahun, menghasut Perang Korea pada tahun 1950, dan hampir masuk ke perang terbuka dengan Amerika Serikat atas Kuba pada tahun 1962.

Tanda-tanda runtuhnya Uni Sovyet sudah nampak pasca runtuhnya tembok Berlin pada tahun 1989, diikuti oleh hancurnya komunisme di Eropa Timur. Uni Sovyet pun pecah belah menjadi tidak kurang dari lima belas negara berdaulat, menciptakan blok baru terbesar dari negara sejak pecahnya Austro- Hungaria Kekaisaran pada tahun 1918.

Thursday, 4 July 2013



Sumatra Cyber ~ Suku Polahi merupakan suku yang tinggal di pedalaman hutan Gorontalo, suku ini masih primitif dan tidak mau bergaul atau bersosialisiasi degan warga atau suku suku lainya di Gorontalo dan mereka lebih menyukai hidup mengasingkan diri di hutan. 

Suku Polahi memiliki budaya yang tak lazim dilakukan banyak orang saat ini yakni menikahi anggota saudaranya sendiri, hal ini dilakukan karena suku ini tidak mau bercampur dengan suku lain karena tidak banyak pilihan orang yang bisa di nikahi maka mereka memilih menikah dengan saudara mereka sendiri. Sehingga tidak heran jika ada anak yang menikahi ibunya sendiri serta bapak yang menikahi anak perempuan mereka. 

“Tidak ada pilihan lain. Kalau di kampung banyak orang, di sini hanya kami. Jadi kawin saja dengan saudara,” ujar Mama Tanio, salah satu perempuan Suku Polahi yang ditemui di Hutan Humohulo, Pegunungan Boliyohuto, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo Selain menikah dengan saudara kandung sendiri suku ini juga masih belum mengenal adanya agama dan pendidikan. 

Walaupun orang orang di Gorontalo mengetahui adanya suku Polahi namun mereka jarang sekali ditemukan, hal ini dikarenakan suku Polahi ternyata sangat takut bertemu dengan orang asing yang tidak dikenalnya. 

Beberapa puluh tahun lalu, keberadaan Polahi masih merupakan cerita mistis yang penuh misteri. Paling banyak cerita mengenai suku ini datang dari para pencari rotan yang mengambil rotan di Pengunungan Boliyohuto. 

Suku Polahi dianggap mempunyai ilmu kesaktian bisa menghilang dari pandangan orang. Mereka dipercaya punya kemampuan berjalan dengan sangat cepat, dan mampu hidup di tengah hutan belantara.

sumber: palingseru
kematian maut

Sumatra Cyber ~ Setiap manusia di dunia yang akan menjelang kemaian pasti akan mengalami yang dinamakan Sakaratul Maut yakni proses pencabutan nyawa manusia dari raganya. “Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf: 19) Hanya orang orang yang akan mengalami kematian yang mengetahui seberapa sakit rasanya Sakaratul Maut kita yang masih sehat dan diberikan umur panjang tidak akan pernah merasakan Sakaratul Maut sebelum kita mati nanti. Karena Sakaratul Maut ini menjadi misteri sehingga parailmuan tertarik utuk melakukan penelitian terhadap Sakaratul Maut.

Dari hasil penelitian ternyata ditemukan jika gejala kematian mirip dengan gejala orang yang mabuk, dan ini adalah suatu hal yang diungkapkan oleh Al-Quran. Nah berikut ini ada beberapa hasil penelitian para ilmuan yang mengungkapkan seperti apa Sakaratul Maut itu. 

Gejala Mendekati Saat Kematian

 Ketikam manusia akan mengalami kematian maka ia akan menunjukan berbagai gejala seperti dinginnya ujung-ujung anggota badan, rasa lemah, kantuk dan kehilangan kesadaran, dan hampir tidak dapat membedakan sesuatu. 

Dan dikarenakan kurangnya pasokan oksigen dan darah yang mencapai otak, ia menjadi bingung dan berada dalam keadaan delirium (delirium: gangguan mental yg ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik), dan menelan air liur menjadi lebih sulit, serta aktivitas bernafas lambat. Penurunan tekanan darah menyebabkan hilangnya kesadaran, yang mana seseorang merasa lelah dan kepayahan. 

Gejala Mabuk 

Sesungguhya minuman-minuman yang memabukkan (beralkohol) secara umum, seperti khomr (minuman keras) menyebabkan perubahan kimia otak, sehingga manusia menjadi bingung dan tidak mampu membuat keputusan. Dan ia juga mengalami dehidrasi dikarenakan hilangnya sejumlah besar cairan tubuh. Alkohol berpengaruh pada otak kecil (yang mengendalikan keseimbangan tubuh), sehingga menjadikan manusia (yang meminumnya) kehilangan kontrol terhadap gerakan mata. 

Konsumsi tinggi terhadap alkohol menyebabkan haus, kantuk, kehilangan kesadaran, pusing, bingung dan bahkan hilang ingatan sementara waktu. 

Keakuratan Permisalan (majas metafora) Yang Digunakan Al-Qur’an 

Sesungguhnya perbandingan/penyerupaan antara kondisi orang yang berada di ambang kematian dengan orang yang mabuk berat sangat tepat (akurat) sekali, yang mana masing-masing dari keduanya mendapatkan masalah dalam ingatannya (memori), ketidak jelasan dalam penglihatannya dan kurangnya keseimbangan dalam denyut jantung dan kondisi tubuh secara umum. Maka apakah di dalam al-Qur’an ada sesuatu yang mengungkapkan fakta ini? 

Al-Qur’an telah menggunakan ungkapan: “sakratul maut” (kata sakr dalam bahasa Arab berarti “mabuk karena minuman keras”) dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

 وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ {19} ” Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf: 19) 

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasakan sakaratul maut ini pada detik-detik menjelang wafat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, dalam keadaan beliau berada di atas pembaringannya : 

(إن للموت لسكرات) ”Sesungguhnya setiap kematian itu ada sekaratnya.” (HR. Imam ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir)

 Maka sakaratul maut (sakratul maut) adalah fakta ilmiah yang diungkap oleh para ilmuwan hari-hari ini.

Wednesday, 3 July 2013


Sumatra Cyber ~ Kerajaan yang sangat besar yang berlokasi di pinggir sungai Musi, sebutlah namanya Kerajaan Sriwijaya, kerajaan besar nan terkenal di nusantara yang mana kekuasaannya membentang yang hampir menguasai seluruh nusantara dan kekuasaannya juga pernah dicicipi di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filiphina dan Vietnam. Tetapi ada suatu wilayah kecil di Sumatra yang tak mampu ditaklukkan Sriwijaya, yaitu Kerajaan Kerinci Tinggi dalam 3 kali gelombang serangan semua serangan dari pasukan Sriwijaya berhasil ditaklukkan. Sebut saja wilayah yang kecil tersebut Kerinci, wilayah yang terletak di kaki Gunung Kerinci atau terdapat di atas wilayah Bukit Barisan tepatnya di Kerinci Tinggi yang mana pusat kekuasaannya dari selatan danau kerinci sampai dengan wilayah Lempur. 



Kerajaaan ini memang tak seterkenal kerajaan lain tetapi kerajaan yang dipimpin oleh Sigindo (sama dengan raja/sultan) merupakan negeri yang makmur yang mampu mengekspor komoditi ke luar negeri dan merupakan negeri yang sangat kuat sehingga Sriwijaya tak mampu menaklukkan Kerajaan kerinci Tinggi.  Bagaimanakah kronologi sejarahnya ? Simak ulasan berikut ini.

Peperangan dengan Sriwijaya


Kerajaan Sriwijaya yang berambisi untuk mengukuhkan pengaruh dan kekuasaannya atas bumi Nusantara terus melakukan ekspansi ke daerah-daerah disekitarnya dengan mengirim pasukan dan armada perang yang tangguh. Salah satu daerah terdekat yang menjadi sasaran adalah kerajaan Melayu.

Masih dalam abad ke 7 Masehi, ekspansi kerajaan Sriwijaya juga dilakukan ke daerah selatan dengan menaklukkan kerajaan Tulang Bawang di daerah Lampung. Setelah itu, kerajaan Sriwijaya mengukuhkan pula kekuasaannya atas pulau Bangka (Prasasti Kota Kapur tahun 686 M). Ekspansi tidak terhenti di sini, karena diteruskan ke pulau Jawa. Berbarengan dengan ekspansi ke pulau Jawa, kerajaan Sriwijaya juga melakukan persiapan yang matang untuk menaklukkan kerajaan Melayu. Persiapan dilakukan mengingat posisi kerajaan Melayu yang merupakan satu kerajaan terkuat di Sumatera.

Setelah segala sesuatu dipersiapkan dengan baik, maka penyerangan lalu dilaksanakan baik melalui darat maupun laut terhadap daerah-daerah pusat kekuatan kerajaan Melayu. Gempuran yang dilakukan berkali-kali dari berbagai penjuru wilayah menyebabkan kerajaan Melayu menjadi amat kewalahan. Upaya yang melelahkan dan memakan banyak korban jiwa maupun materi itu, akhirnya membuahkan hasil dengan takluknya kerajaan Melayu.


Diperkirakan pada sekitar pertengahan abad ke 7 Masehi, kerajaan Sriwijaya dapat menguasai hampir sebagian besar wilayah kerajaan Melayu. Kekalahan kerajaan Melayu telah menempatkan kerajaan Sriwijaya tumbuh dan berkembang dengan cepat. Sama halnya dengan kerajaan Melayu, pengaruh kerajaan Sriwijaya juga sampai ke daratan Asia Tenggara, seperti Malaysia (Tanjung Kra), Birma, Kamboja, Annam dan kepulauan Filipina. Dimana daerah-daerah itu sebelumnya berada dibawah pengaruh kekuasaan kerajaan Melayu.

Ekspansi tidak terhenti di sini saja, karena diteruskan ke daerah-daerah pedalaman pulau Sumatera. Salah satu daerah yang menjadi sasaran adalah negara Sigindo Alam Kerinci. Kerajaan Sriwijaya kelihatan sangat berkepentingan terhadap negeri-negeri Sigindo, karena wilayah Alam Kerinci di bawah pemerintahan para Sigindo selama ini diketahui sebagai daerah pemasok berbagai komoditi dagang (kulit manis, cengkeh, emas, dll) untuk pasar manca negara.

Kerinci Tinggi Wilayah kecil Yang Tak Mampu Dikalahkan Sriwijaya


Wilayah Kerinci Tinggi dikomandoi oleh Sigindo Sigarinting (Sagindo Betinting). Pemerintahan Sigindo Sigarinting berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama mulai dari abad ke 6 Masehi sampai dengan terbentuknya Pemerintahaan Depati Empat Alam Kerinci. Pemerintahan Sigindo Sigarinting seperti juga dengan sigindo-sigindo lainnya terlahir dari pertalian darah dan perkembangan dari satu kaum yang akhirnya membentuk suatu daerah kekuasaan atas kaum tertentu dan untuk wilayah kekuasaan tertentu. Wilayah kekuasaan Sigindo Sigarinting terletak di wilayah Kerinci Tinggi yang berpusat di Jerangkang Tinggi (sekitar daerah Desa Muak sekarang, di pinggir Danau Kerinci).

Sungguhpun telah berhasil menaklukkan negeri Sigindo di daerah Kerinci Rendah dengan susah payah kemudian menguasainya dalam waktu yang cukup lama (lebih dari 3 abad lamanya). Kemudian timbul keinginan untuk menaklukkan seluruh negeri Sigindo Alam Kerinci tidaklah surut. Selama ini wilayah Kerinci Tinggi belum pernah mereka taklukkan, karena untuk menyerang daerah tersebut tidak sulit dan harus membelah hutan belantara yang sangat ganas.

Pasukan Sriwijaya ingin masuk ke daerah Kerinci Tinggi yang kaya dengan produk perdagangan yang sangat diminati oleh negara luar. Disamping itu, daerah ini juga merupakan basis kekuasaan pemerintahan negeri-negeri Sigindo. Akan tetapi menyerang Kerinci Tinggi bukanlah hal yang mudah. Pasukan Sriwijaya menyadari bahwa mereka akan dihadapkan dengan tentangan yang lebih berat. Perlawanan dari pasukan dan rakyat negeri-negeri Sigindo di Kerinci Tinggi tentu akan lebih sengit. Negeri-negeri Sigindo di Kerinci Tinggi telah siaga menyongsong kedatangan mereka. Selain itu, pasukan Sriwijaya menyadari pula bahwa mereka akan berhadapan dengan kondisi alam yang sangat ganas.

Setelah segala sesuatu dipersiapkan mulai dari perbekalan, taktik dan strategi perang, maka pasukan negeri-negeri Sigindo lalu diberangkatkan untuk menghadang musuh. Pada suatu tempat di Bukit Malegan dekat dusun Pulau Sangkar sekarang, kedua pasukan bertemu dan terjadilah pertempuran sengit. Pasukan Sriwijaya karena tidak menguasai medan perang dan telah lelah melawan keganasan alam dengan mudah dapat diporak-porandakan. Semangat membara dari pasukan negeri Sigindo beserta rakyat disekitarnya dalam menghadapi pasukan Sriwijaya menyebabkan pasukan Sriwijaya dapat di tumpas. Tak seorangpun dibiarkan meloloskan diri, semuanya mati dalam pertempuran. Sebagai peringatan atas kejadian tersebut, maka tempat dimana berlangsungnya pertempuran sengit itu, lalu diberi nama dengan Telaga Darah. Walaupun peristiwa peperangan terjadi ratusan tahun yang silam, namun sampai kini lokasi Telaga Darah di Bukit Melegan selalu dikenang rakyat Kerinci sebagai tempat kemenangan pasukan Sigindo atas pasukan Kerajaan Sriwijaya.

Berita kekalahan pasukan Sriwijaya oleh Kerinci Tinggi, kemudian diterima induk pasukan yang bermarkas di Kerinci Rendah. Sudah barang tentu hal ini amat menyakitkan, karena tidak seorangpun di antara mereka yang dapat kembali. Kekalahan di Telaga Darah merupakan tamparan yang amat berat bagi kelanjutan ekspedisi pasukan Sriwijaya. Akhirnya, mereka lau mengurungkan niatnya untuk menyerang kembali Kerinci Tinggi. Keputusan diambil atas pertimbangan medan yang sangat berat di wilayah Kerinci Tinggi dan kekuatan pasukan Sigindo Sigarinting dan sigindo-sigindo lain yang telah bersatu berjuang mempertahankan wilayah Kerinci Tinggi tidak bisa diremehkan.

Sungguhpun keinginan menyerang daerah Kerinci Tinggi tidak dilanjutkan, akan tetapi pendudukan atas wilayah Kerinci Rendah tetap dipertahankan. Kerajaan Sriwijaya sangat berkepentingan terhadap Kerinci Rendah, karena daerah ini sangat potensial dalam pertambangan emas. Dalam mengukuhkan kerajaan Sriwijaya, daerah Kerinci Tinggi tidak pernah dapat ditundukkan, sehingga daerah Kerinci Tinggi adalah satu-satunya wilayah di Sumatera yang tidak pernah takluk oleh kerajaan Sriwijaya (sampai abad ke 9 Masehi, Kerajaan Sriwijaya berakhir). Semenjak itu Kerinci Tinggi secara turun temurun diperintah oleh siapa saja yang diangkat oleh masyarakat adat untuk silih berganti menyandang gelar Sigindo Sigarinting sampai pada abad ke 13 Masehi.
9 manfaat nangka

Sumatra Cyber ~ Selain enak untuk dimakan, nangka juga ampuh merawat kesehatan kulit. Nutrisi yang terkandung dalam nangka dapat menangkal masalah kesehatan seperti sembelit, berat badan, dan juga merupakan obat stres yang baik. Untuk perawatan kulit dan tubuh, nangka juga dapat digunakan untuk sebagai masker kecantikan. Minyak dan jus nangka tidak hanya menyehatkan kulit, tetapi juga membuatnya jadi bersinar. Berikut adalah khasiat menakjubkan dari buah nangka untuk kecantikan kulit Anda, seperti dilansir Boldsky.

1. Keriput 


Nangka juga dapat menangkal munculnya keriput lho. Jika digunakan secara rutin, masker nangka yang sudah diberi tambahan susu dapat memberikan hasil positif bagi kesehatan kulit dalam empat minggu.

2. Jerawat 


Saat cuaca sedang panas, kulit jadi rentan terhadap jerawat. Masker nangka bisa menjadi cara alami untuk membasmi jerawat membandel di wajah Anda. Oleskan masker nangka langsung pada jerawat dan biarkan kering. Bilas setelah 15 menit.

3. Kulit Berminyak



Blend nangka sampai halus. Tambahkan satu sendok makan minyak zaitun. Oleskan masker ke seluruh wajah dan leher. Diamkan selama 30 menit dan kemudian bilas dengan air hangat. Tepuk-tepuk wajah hingga kering.

4. Sun tan atau bekas kecokelatan pada kulit



Bekas kecokelatan pada kulit sering disebabkan oleh paparan sinar matahari. Haluskan nangka dan campur dengan sedikit perasan lemon. Ulangi perawatan ini setiap minggu selama satu bulan.

5. Kulit mengkilap



Untuk mendapatkan wajah bersinar alami, yang harus Anda lakukan adalah dengan memanfaatkan biji nangka. Haluskan biji nangka kering dengan susu dan madu. Oleskan masker ke seluruh wajah dan leher. 

6. Noda Wajah



Nangka baik untuk perawatan kulit karena dapat mengurangi noda. Vitamin C yang hadir dalam buah nangka juga dapat memperbaiki sel-sel kulit yang rusak.

7. Pigmentasi Kulit



Pigmentasi di sekitar mulut dan dagu merupakan masalah kulit yang umum di kalangan wanita. Nangka dapat meringankan pigmentasi kulit dan mengembalikan warna asli kulit Anda. Haluskan nangka dan balur ke seluruh wajah. Pijat kulit di sekitar mulut dengan lembut selama 5 menit dalam gerakan melingkar. Bilas setelah didiamkan 10 menit.

8. Kutil



Keringkan biji nangka dan kemudian haluskan. Gunakan untuk mengompres kutil pada kulit. Proses ini memakan waktu sekitar 2 minggu untuk membuat kutil mengelupas dengan sendirinya.

9. Kulit Kering



Untuk perawatan kulit kering, nangka adalah buah terbaik untuk mendapatkan kulit yang lembut dan kenyal. Gunakan nangka sebagai masker untuk wajah Anda. Setelah kering, bilas wajah Anda dengan secangkir air yang dicampur dengan susu untuk mendapatkan hasil sempurna.

Inilah sembilan khasiat menakjubkan dari buah nangka selain untuk dimakan. Anda pun bisa mencobanya di rumah dan membuktikan khasiatnya.
loading...